PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Sukarjo Wiryopranoto

Sukarjo Wiryopranoto

Sukarjo Wiryopranoto lahir di Kesugihan, Cilacap. Setelah lulus sekolah hukum tahun 1923, beliau kemudian bekerja di pengadilan negeri selama beberapa tahun. Pada tahun 1929, beliau berhenti dan mendirikan kantor pengacara ”Wisnu” di Malang.Tak begitu lama, beliau diangkat menjadi pengacara pada Pengadilan Tinggi di Surabaya di samping jabatannya sebagai anggota Dewan Provinsi dan Wakil Walikota Malang.

Sebagai salah satu pendiri Persatuan Bangsa Indonesia bersama dr. Sutomo, beliau mencurahkan perhatian pada perjuangan mencapai kemerdekaan. Beliau menjadi anggota Volksraad pada tahun 1931 dan mendirikan perkampungan kerja yang memberi beragam latihan keterampilan bagi para pemuda pada tahun 1934. Aktivitas politik Sukarjo Wiryopranoto semakin berkembang ketika menjadi anggota Partai Indonesia Raya (Parindra)dan sekretaris Gabungan Politik Indonesia (GAPI). TanggaL 22 Agustus 1940 Sukarjo menyampaikan seruan GAPI yang menuntut agar di Indonesia dibentuk parlemen dan pemerintah bertanggungjawab kepada parlemen .

Pada masa pendudukan Jepang, Sukarjo Wiryopranoto giat di bidang pers dengan memimpin koran Asia Raya dan membina Mimbar Indonesia. Setelah pengakuan kedaulatan RI, beliau menjabat berbagai posisi penting,seperti dubes RI untuk Vatikan, Italia, dan Cina serta menjadi wakil tetap Indonesia di PBB. Dalam jabatan itu, ia berusaha memengaruhi negara-negara lain agar membantu perjuangan Indonesia untuk membebaskan Irian Barat dan penjajahan Belanda. Sukarjo Wiryopranoto meninggal dunia di New York pada tanggal 23 Oktober 1962. Jenazahnya dibawa ke tanah air dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

  •  Tempat/TgL Lahir: Cilacap, 5 Juni 1903
  • Tempat/TgI. Wafat: New York, 23 Oktober 1962
  • SK Presiden: Keppres No. 342 Tahun 1962, TgI. 29 Oktober 1962
  • Gelar: Pahlawan Nasional

Dalam sidang Volksraad tahun 1937, Sukarjo Wiryopranoto mengajukan mosi agar orang-orang Indonesia diberi kesempatan untuk menjadi walikota. Mosi itu didukung oleh sebagian besar anggota Volksraad, tetapi ditolak oleh Pemerintah Belanda.

Comments

Komentar

←More from S

↑ Back to Top