PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

R.M Suryopranoto

R.M Suryopranoto adalah kakak dari Ki Hadjar Dewantara. Ayah mereka adalah Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Suryaningrat, putra tertua dari Paku Alam III. Ini berarti Suryopranoto adalah anak laki-laki pertama dari seorang putra mahkota. Sebagai bangsawan, beliau pun bersekolah di ELS, lalu melanjutkan ke kursus pegawai rendah yang setara dengan MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs). Stelah lulus, ia bekerja sebagai pegawai di kantor pemerintah kolonial di Tuban. Namun, hanya sebentar saja disana, beliau dipecat karena menampar seorang pejabat Belanda yang bersikap sewenang-wenang. Selanjutnya, beliau bekerja sebagai kepala bagian administrasi istana Pakualaman.

Suryapranoto kemudian tergerak mendirikan perkumpulan Mardi Kaskaya yang menyerupai koperasi simpan pinjam. Kehadian Mardi Kaskaya membuat para renternir terganggu dan sering menimbuIkan konflik. Akibatnya, Belanda kemudian ‘menugaskan’ Suryopranoto belajar di MLS (Middelbare Landbouw School)atau sekolah menengah pertanian di Bogor. Pada akhjr tahun 1901, beliau pun mendirikan Societeit Sutrohardjo, sebuah perpustakaan umum sederhana.

Di tahun 1908, beliau bergabung dengan Budi Utomo, Namun, karena merasa kurang cocok dengan metode Budi Utomo yang dirasa kurang revolusioner, beliau pun mundur dan ikut berperan dalam pembentukan Jong Islarnieten Bond. Setelah itu, beliau juga bergabung dengan Serikat Islam dan segera menjadi salah satu tokohnya. Beliau terus berjuang melalui gerakan moral, protes, dan pemogokan terhadap Belanda. Tak terhitung berapa kali beliau dipenjara karena aktivitasnya tersebut. Setelah tidak lagi di SI, beliau membentuk Barisan Kerja Adhi Dharma yang antara lain mendirikan sekolah Adhi Dharma, Setelah proklamasi, beliau menjadi guru di Taman Siswa yang didirikan adiknya, Ki Hadjar Dewantara, dan menulis buku hingga akhir hayatnya. Menjadi guru juga menjadi salah satu cara beliau menghindar dan permintaan Jepang untuk terlibat dalam organisasi-organisasi bentukan Jepang.

Beliau meninggal di Cimahi, Jawa Barat, pada 15 Oktober 1959 dan dimakamkan di Kota Gede, Yogyakarta.

  • Tempat/Tgl Lahir: Yogyakarta, 11 Januari 1871
  • Tempat/tgl Wafat: Cimahi, 15 Oktober 1959
  • Sk Presiden: Keppres No 310 Tahun 1959, Tgl.30 November 1959
  • Gelar: Pahlawan Nasional

Suryapranoto adalah seorang sosok sederhana, tidak boros, dan jauh dari sikap sombong, meskipun ia sebenarnya adalah pewaris tahta Mangkunegara. Akibat aktivitasnya yang sering memimpin pemogokan, beliau juga dikenal sebagai “Raja Mogok” oleh Belanda.

Comments

Komentar

←More from S

↑ Back to Top