PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

H.O.S Cokroaminoto (1883-1934)

Haji Oemar Said Cokroaminoto adalah lulusan OSVIA (sekolah pamong praja) di Magelang. Setelah lulus, beliau bekerja sebagai juru tulis di Ngawi, lalu pindah ke perusahaan dagang di Surabaya. Di kota ini, beliau mulai mengenal dunia pergerakan dengan bergabung ke dalam Serikat Dagang Islam. Atas usulannya, pada tanggaì 10 September 1912, Serikat Dagang Islam (SDI) berubah menjadi partai politik Serikat Islam (SI).Cokroaminoto pun diangkat menjadi ketua partai politik baru tersebut.Menjelang pembentukan Volksraad, SI bersikap sedikit Iebih lunak terhadap Belanda, tetapi sejak tahun 1916,Cokroaminoto mulai mendengungkan ide pembentukan negara dan pemerintahan sendiri.

Pada tanggal 25 November 1918,beliau sebagai anggota Volksraadmewakili SI mengajukan mosiyang terkenal dengan nama Mosi

Cokroaminoto bersama Abdul Muisrakyat. Perjuangan ini membuat beliau dan Cipto Mangunkusumo. Mosi ini berisi tuntutan kepada Belanda untuk membentuk parlemen yang anggotanya dipilih dan dan oleh rakyat. Belanda mengabaikan mosi ini sehingga SI pada kongres nasionalnya di Yogyakarta,2-6 Maret 1921, merumuskan kembali tujuan perjuangan politiknya menjadi merebut kemerdekaan dan Belanda.

Cokroaminoto juga berjuang melalui pidato dan pembelaan terhadap rakyat . Perjuangan ini membuat beliau ditangkap Belanda pada tahun 1920. Selain giat di bidang politik, beliau juga menulis di koran dan membuat buku.Salah satu bukunya adalah ‘Islam dan SosiaIisme. Pengaruhnya terhadap para tokoh muda saat itu dan di masyarakat sangat besar. Bahkan, Sukarno tercatat pernah menjadi salah satu murid dan tinggal di rumahnya. Beliau meninggal pada usia 51 tahun di Surabaya.

  • Tempat/TgI. Lahir : Madiun, 16 Agustus 1883
    Tempat/TgI. Wafat : Surabaya 17 Desember 1934
    SK Presiden : Keppres No.590 Tahun 1961, Tgl. 9 November 1961
    Gelar : Pahlawan Nasional

Peran dan pengaruh Cokroaminoto yang sangat besar ditengah rakyat dan para tokoh pergerakan membuatnya pernah dijuluki sebagai Raja Jawa tanpa Mahkota. Padahal beliau bukanlah seorang bangsawan keturunan darah biru.

Comments

Komentar

←More from O

↑ Back to Top