PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Biografi Syekh Yusuf Tajul Khalwati

Biografi Syekh Yusuf Tajul Khalwati

Syekh Yusuf Tajul Khalwati lahir dengan nama Muhammad Yusuf. Nama ini diberikan oleh Sultan Alauddin, Raja Gowa, yang juga adalah kerabat ibunda beliau. Syekh Yusuf belajar agama sejak belia dari guru Kerajaan Gowa. Setelah dewasa, beliau menikah dengan putri Sultan Gowa. Pada usia 18 tahun, beliau melakukan perjalanan untuk berhaji. Sebelum ke Mekah, Syekh Yusuf mampir ke Banten dan bersahabat dengan Sultan Ageng Tirtayasa. Beliau tinggal di Banten selama lima tahun, lalu singgah juga di Aceh untuk memperdalam ilmu agama.

Sekembalinya dari Mekah pada tahun 1664, Syekh Yusuf kembali ke Banten dan membantu perjuangan Sultan Banten melawan VOC. Bahkan, ia kemudian dijadikan menantu dan penasihat kesultanan. Ketika Belanda berhasil menguasai Kesultanan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjara di Batavia. Sementara, Syekh Yusuf dibuang ke Srilanka pada tahun 1684.

Di Srilanka, Syekh Yusuf tetap berjuang dengan mengirimkan surat surat melalui para jemaah haji kepada para raja di Nusantara dan pengikutnya untuk menentang Belanda. Selain itu, ia juga menyebarkan agama Islam. Mengetahui hal ini, Belanda yang masih menganggap Syekh Yusuf berbahaya kemudian membuang beliau ke Afrika Selatan. Selama di Afrika Selatan, Syekh Yusuf tetap menyebarkan agama Islam. Penduduk Cape Town hingga kini menganggap Syekh Yusuf sebagai orang pertama yang menyiarkan agama Islam di Afrika Selatan. Beliau meninggal dunia di pengasingan pada 23 Mei 1699. Jenazah Syekh Yusuf kemudian dibawa ke Gowa setelah diminta oleh Sultan Abdul Jalil. Pada April 1705, jenazah beliau dimakamkan kembali di Lakiung.

  • Tempat/Tgl. Lahir : Gowa, 3 Juli 1626
  • Tempat/Tgl. Wafat : Cape Town, Afrika Selatan, 23 Mei 1699
  • SK Presiden : Keppres No. 071/TK/1995, Tgl. 7 Agustus 1995
  • Gelar : Pahlawan Nasional

Mantan presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, menyebut Syekh Yusuf sebagai salah satu putra Afrika terbaik karena kontribusinya bagi penduduk di sana. Hingga kini, bekas kediaman Syekh Yusuf di sana masih ramai di kunjungi

Comments

Komentar

,
←More from Y

↑ Back to Top