PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Biografi Slamet Riyadi

Ignatius Slamet Riyadi lahir dengan nama Soekamto. Orangtua beliau kemudian memberikan nama Slamet Riyadi karena semasa kecil sering sakit. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau kemudian masuk kesekolah tinggi pelayaran di masa pendudukan Jepang dan mendapat ijazah sebagai ahli navigasi. Dari situ, beliau kemudian menjadi anggota Heiho Laut. Melihat sikap prajurit Jepang yang sewenang wenang, Slamet Riyadi membangun gerakan pemberontakan. Akibatnya, ia menjadi sasaran incaran polisi militer Jepang. Untung saja, beliau berhasil menyelamatkan diri.

Pada masa revolusi, ia memimpin para pejuang yang terdiri atas bekas prajurut Heiho, PETA, Seinendan, dan KNIL yang didukung rakyat menyerang markas tentara Jepang di Solo. Pada saat bersamaan, pihak Indonesia dan Jepang tengah melakukan perundingan mengenai penyerahan senjata. Pihak Jepang yang semula bersikeras kemudian mengikuti kehendak pihak Indonesia. Peran beliau berlanjut saat Belanda kembali datang dan mengadakan Agresi Militer I. Slamet Riyadi memimpin pasukan untuk berjuang di sekitar Ambarawa dan Semarang. Saat Agresi Militer II Belanda, Letkol. Slamet Riyadi telah menjadi komandan brigade. Pada 7 Agustus 1949, pasukan Slamet Riyadi berhasil memasuki Kota Solo yang diduduki Belanda.

  • Tempat/Tgl. Lahir : Kediri, 13 Juli 1913
  • Tempat/Tgl. Wafat : Bandung, 29 September 1986
  • SK Presiden : Keppres No. 066/TK/2007, Tgl. 6 November 2007
  • Gelar : Pahlawan Nasional

Ketika keberadaan republik yang masih muda diwarnai pemberontakan di dalam negeri, Slamet Riyadi ikut dalam pasukan yang dikirim untuk menghadapi RMS. Ketangguhan pasukan RMS yang antara lain berasal dari pasukan komando Belanda menarik minat Slamet Riyadi. Ia kemudian berencana membentuk pasukan dengan kemampuan khusus yang menjadi cikal bakal Kopassus. Namun, saat memimpin penyerangan merebut Benteng Victoria, Slamet Riyadi terkena tembakan musuh dan gugur seketika. Atas jasanya yang besar, beliau mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi brigadier jenderal (anumerta). Keinginan Slamet Riyadi membentuk pasukan berkemampuan khusus kemudian diteruskan oieh Kolonel Alex Kawilarang yang meminta seorang mantan prajurit Belanda yang kelak dikenal dengan nama Mayor Idjon Janbi sebagai peiatih. Pasukan ini kelak menjadi RPKAD lalu Kopassus. Slamet Riyadi

Comments

Komentar

←More from I

↑ Back to Top