PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Biografi Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani

Jenderal Ahmad Yani

Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jawa Tengah. Ia menyelesaikan pendidikannya di HIS dan MULO di Bogor. Pada tahun 1938, ia masuk ke AMS di Jakarta. Sekolah ini dijalaninya hanya sampai kelas dua karena ada pembentukan milisi pemuda oleh Pemerintah Hindia Belanda. Ahmad Yani kemudian mengikuti pendidikan di Dinas Topografi Militer di Malang dan Bogor. Pada masa pendudukan Jepang, ia bergabung dengan Heiho di Magelang, lalu PembelaTanah Air (PETA) di Bogor. Pengalaman militernya ini membuatnya berhasil merebut senjata tentara Jepang bersama para pejuang Iainnya di Magelang setelah proklamasi berkumandang.

Setelah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia diangkat menjadi Komandan TKR Purwokerto. Ketika Agresi Militer I Belanda terjadi, pasukan Ahmad Yani yang beroperasi di daerah Pingit berhasil menahan serangan Belanda di daerah tersebut. Saat Agresi Militer II Belanda terjadi, ia dipercaya memegang jabatan Komandan Wehrkreise (daerah pertahanan) II yang meliputi wilayah Kedu. Setelah Indonesia mendapat pengakuan kedaulatan, ia mendapat tugas menumpas DI/TII (Darul Isam/Tentara Islam Indonesia) yang memberontak di Jawa Tengah. Ketika itu, ia membentuk pasukan Banteng Raiders.

Pada tahun 1955, Ahmad Yani disekolahkan pada Command and General Staff College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA. Pada tahun 1956, beliau mengikuti pendidikan Spesial Warfare Course di Inggris. Ketika pemberontakan PRRI terjadi di Sumatera Barat, Ahmad Yani menjadi komandan operasi penumpasan yang diberi nama Komando Operasi 17 Agustus. Atas prestasinya, pada tahun 1962, Ahmad Yani diangkat menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat.

Ahmad Yani selalu berbeda paham dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). Ia pun menolak keinginan PKI untuk membentu Angkatan Kelimayang terdiri dan buruh dan tani yang dipersenjatai. Akibatnya, ia menjadi sasaran penculikan dalam pemberontakan PKI (Gerakan 30 September atau G30S). Pada tanggal 1 Oktober 1965 dinihari, Ahmad Yani diculik dan dibunuh oleh anggota G30S/PKI. Jenazah beliau ditemukan bersama Pahlawan Revolusi lainnya di sebuah sumur di Lubang Buaya pada tanggal 3 Oktober 1965 dan dimakamkan di TMP Kalibata. Sebagai tanda penghormatan, pangkat seluruh Pahlawan Revolusi dinaikkan satu tingkat.

  • Tempat/TgL Lahir : Purworejo, l9 Juni 1922
  • Tempat/TgI. Wafat: Jakarta, 1 Oktober 1965
  • SK Presiden:  Keppres No. 111/KOTI/1965, Tgt. 5 Oktober 1965
  • Gelar: Pahlawan Nasional

Comments

Komentar

←More from A

↑ Back to Top