PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Biografi Hasan Basry

Biografi Hasan Basry

Hasan Basry adalah putra asli Kalimantan Selatan. Beliau mengenyam pendikan setingkat HIS, lalu melanjutkan ke sekolah Tsanawiyah al-Wathaniah di Kandangan. Setelah itu, Hasan Basry pindah ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk melanjutkan belajar di Kweekschool Islam.

Saat Proklamasi kemerdekaan berkumandang, Hasan Basry bergabung dengan organisasi Pemuda Kalimantan di Surabaya. Beliau kemudian kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabarkan berita kemerdekaan Indonesia pada 30 Oktober 1945. Beliau pun bergabung dengan Laskar Syaifullah. Saat para anggota laskar banyak yang tertangkap Belanda, ia mendirikan Banteng Indonesia untuk melanjutkan perjuangan. Para anggota Banteng Indonesia ini kelak menjadi cikal bakal batalyon ALRI Divisi IV yang dibentuk Hasan Basry dan bermarkas di Haruyan.

Hasil perundingan Linggarjati (25 Maret 1947) dan Perjanjian Renville (17 Januari 1948) membuat wilayah Indonesia saat itu hanya meliputi Jawa, Madura, dan Sumatera. Hasan Basry tidak membiarkan Kalimantan berada di bawah Belanda. Beliau terus berjuang hingga berhasil mengalahkan tentara Belanda di Kalimantan. Pada 17 Mei 1949, beliau menyatakan bahwa Kalimantan adalah bagian dari NKRI. Selanjutnya, Hasan Basry berunding dengan Belanda melalui perantara UNCI(United Nation Comission for Indonesia). Setelah perundingan, Divisi IV ALRI menjadi bagian Divisi Lambung Mangkurat TNI AD. Hasan Basry diangkat sebagai panglima dengan pangkat letnan kolonel.

Beliau kemudian menempuh pendidikan di Kairo, Mesir (1951-1956). Sekembalinya ke Indonesia, beliau sempat menjabat sebagai Panglima Daerah Militer X Lambung Mangkurat, anggota MPRS, pengurus pusat legion Veteran RI, dan anggota DPR.

  • Tempat/Tgl. Lahir :  Kandangan, 17 Juni 1923
  • Tempat/Tgl. Wafat :  Jakarta, 15 Juli 1984
  • SK Presiden : Keppres No. 110/TK/2001, Tgl. 3 November 2001
  • Gelar : Pahlawan Nasional

Pada saat pemberontakan PKI, Hasan Basry langsung membekukan kegiatan partai tersebut.Walaupun mendapatkan teguran dari Sukarno, keputusan tersebut menginspirasi tindakan serupa di Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan.
Peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa Tiga Selatan. Hasan Basry wafat pada tahun 1984 di Jakarta.

Comments

Komentar

,
←More from H

↑ Back to Top