PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Biografi Cut Nyak Meutia

Cut Nyak Meutia , Pejuang perempuan kelahiran Perlak, Aceh, ini adalah seorang pemberani yang hingga titik darah penghabisan memegang prinsip tak akan mau tunduk kepada kolonial. Beliau lahir tiga tahun sebelum Perang Aceh berkecamuk sehingga besar dalam suasana gelora semangat perjuangan. Ketika sudah beranjak dewasa, ia menikah dengan Teuku Muhammad, seorang pejuang yang lebih terkenal dengan nama Teuku Cik Tunong.

Perang terhadap pendudukãn Belanda terus berkobar. Cut Nyak Meutia bersama Teuku Cik Tunong langsung memimpin perang di daerah Pasai. Berkali-kali pasukan beliau berhasil mencegat patroli pasukan Belanda. Di lain waktu, mereka juga pernah menyerang langsung ke markas pasukan Belanda di Idie. Namun naas bagi Teuku Cik Tunong. Suatu hari di bulan Mei tahun 1905, Teuku Cik Tunong berhasil ditangkap pasukan Belanda. Ia kemudian dijatuhi hukuman tembak. Berselang beberapa waktu setelah kematian suaminya, Cut Nyak Meutia menikah lagi dengan Pang Nangru, pria yang ditunjuk dan dipesan suami pertamanya sebelum menjalani hukuman tembak.

Cut Nyak Meutia terus melanjutkan perjuangan melawan pendudukan Belanda. Di lain pihak, pengepungan pasukan Belanda semakin ketat. Pasukan Cut Meutia semakin tertekan mundur, masuk lebih jauh ke pedalaman rimba Pasai. Pada satu pertempuran di Paya Cicem pada bulan September tahun 1910, Pang Nangru gugur di tangan pasukan Belanda. Cut Nyak Meutia sendiri masih dapat meloloskan diri. Kondisi yang sudah mulai terdesak membuat beberapa anggota pasukan Cut Meutia menyerah. Namun, beliau bersikeras terus berjuang di pedalaman rimba Pasai bersama anaknya, Raja Sabil, yang masih berumur sebelas tahun.

Upaya dan bujukan dari keluarga atas permintaan Belanda pun tak beliau hiraukan. Dalam suatu pengepungan pada tanggal 24 Oktober 1910, Cut Nyak Meutia berhasil ditemukan. Pasukan Belanda yang bersenjata Iengkap tidak membuat beliau gentar. Dengan sebilah rencong di tangan, beliau tetap melakukan perlawanan. Namun, tiga buah tembakan pasukan musuh menghentikan perlawanan Cut Nyak Meutia. Meski demikian, semangat perjuangan dan nama beliau tetap harum hingga kini.

  • Tempat/Tgl. Lahir: Perlak, 1870 (tanggal dan bulan tidak diketahui)
  • Tempat/TgI. Wafat: Aceh, 24 Oktober 1910
  • SK Presiden: Keppres No.107 Tahun 1964. Tgl 2 Mei 1964
  • Gelar: Pahlawan Nasional

Cut Nyak Meutia pernah menegur keras Cut Nyak Dien saat Teuku Umar bergabung dengan Belanda karena tidak mengetahui bahwa itu adalah bagian dan taktik Teuku Umar.

Comments

Komentar

←More from C

↑ Back to Top