PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Biografi Pahlawan Nasional Bagindo Azizchan

Biografi Pahlawan Nasional Bagindo Azizchan

Pahlawan nasional berikutny yang akan kita bahas adalah Bagindo Azizchan yang lahir di padang tanggal 30 september 1910 yang merupakan pahlawan nasional indonesia saat melawan penjajahan jepang. Beliau adalah seorang wali kota padang yang dilantik pada tanggal 15 agustus 1946.

Pada masa pemerintahannya beliau menolak keras sekutu yang saat itu menduduki kota padang. Bagindo Azizchan menolak untuk tunduk kepada militer Belanda dan kemudia ia terus berupaya untuk melakukan perlawanan dengan menerbitkan surat kabar perjuangan yang bernama republik indonesia jaya.  Bagindo Azizchan di anugerahi sebagai salah seorang pahlawna nasional indonesia oleh presiden susilo bambang yudhoyono pada tanggal 9 November 2005 saat peringatan hari pahlawan tanggal 10 November 2005. Beliu meninggal karena benda tumpul dan terdapat 3 bekas tembakan di wajahnya yang kemudian Bagindo Azizchan di kebumikan di makan pahlawan bahagia bukittinggi.

Tan Malaka

Tan Malaka

Nama lengkap Tan Malaka adalah Ibrahim Datuk tan Malaka . Pada tahun 1908, Tan Malaka sekolah di Kweekschool (sekolah guru) yang juga disebut sekolah raja di Bukittinggi. Lima tahun kemudian, beliau ke Belanda untuk memperdalam ilmu. Di Belanda, beliau berkenalan dengan paham Marxisme yang kemudian dijadikan dasar perjuangannya. OIeh karenaitu, pada tahun 1921 beliau diangkat menjadi ketua PKI. Namun, setahun kemudian beliau ditangkap dan diasingkan ke luar negeri selama dua puluh tahun. Dalam masa pengasingan, Tan Malaka menghadiri Kongres Komunis Internasional (Komitern) di Moskow pada bulan November 1922 dan mengkritik sikap Komitern yang berseberangan dengan golongan Islam. Tan Malaka menganggap bahwakekuatan Isläm harus diikutkan dalam perjuangan bangsa-bangsa terjajah.

 Meskipun kritikannya tajam, beliau diangkat menjadi wakil Komitern Asia Timur yang berkedudukan di Kanton, Cina. Sejak itu, beliau berpindah-pindah tempat dengan memakai berbagai nama samaran. Tan Malaka juga pernah tinggal di Manila dan Singapura. Keaktifan Tan Malaka di PKI terhenti karena peringatannya kepada pimpinan PKI untuk tidak memberontak kepada Belanda diabaikan. Beliau pulang ke indonesia pada tahun 1942 ketika Jepang sudah berkuasa. Pada bulan Maret 1946, beliau dan tokoh Persatuan Perjuangan (PP) yang didirikannya ditangkap dan dipenjara oleh Belanda karena dianggap mengganggu keamanan. Mereka dibebaskan menjelang pemberontakan PKI di Madiun pada bulan September1948. Sewaktu terjadi Agresi Militer II Belanda, Tan Malaka berjuang di daerah Kediri. Kesalahpahaman di antara para tokoh pejuang membuat Panglima Militer Jawa Timur menangkap dan mengeksekusi Tan Malaka di wilayah Kediri.

  • Tempat/Tgl. Lahir: Suliki, Sumbar, 1897
  • Tempat/TgI. Wafat: Kediri, 21 Februari 1949
  • SK Presiden: Keppres No. 053/TK/Tahun 1963, TgI. 28 Maret 1963
  • Gelar: Pahlawan Nasional

Belum lama ini sebuah makam yang diduga kuat menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh yang juga dijuluki sebagai ‘Che Guevara dan Indonesia’ini telah ditemukan. Letaknya adalah di Desa Selopanggung, Kediri.

 

↑ Back to Top