PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Pahlawan Nasional Andi Abdullah Bau Massepe

Andi Abdullah Bau MassepeAndi Abdullah Bau Massepe adalah seorang Letnan Jenderal TNI beliau dilahirkan di Sulawesi selatan pada tahun 1918 merupakan salah seorang pejuang heroik dari sulawesi selatan. Beliau adalah seorang panglima TRI Devisi Hasanuddin yang mempunyai pangkat Letnan Jendral. Beliau dianugerahi menjadi seorang pahlawan nasional oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 9 November 2005 yang diumumkan saat meperingati hari pahlawan tangal 10 November 2005. Beliau adalah seorang keturunan dari kerjaan Bone. Semasa hidupnya beliau pernah mengecap pendidikan di Sekolah Rakyat dan HIS pada tahun 1932.Andi Abdullah Bau Massepe wafat ditembak oleh pasukan Mayor Raymond Westerling -Korps Baret Merah Belanda- pada tanggal 2 Februari 1947 setelah ditahan selama 160 hari. Wafat 10 hari sesudah konferensi Pacekke (tanggal 20 Januari 1947). Makam beliau dapat ditemukan di Taman Makam Pahlawan kota Pare-Pare

Mengenal Maria Josephine Catherine Maramis

Mengenal Maria Josephine Catherine MaramisMaria Josephine Catherine Maramis (lahir di Kema, Sulawesi Utara, 1 Desember 1872 – meninggal di Maumbi, Sulawesi Utara, 22 April 1924 pada umur 51 tahun), atau yang lebih dikenal sebagai Maria Walanda Maramis, adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia karena usahanya untuk mengembangkan keadaan wanita di Indonesia pada permulaan abad ke-20.

Orang tuanya adalah Maramis dan Sarah Rotinsulu. Andries Maramis terlibat dalam pergolakan kemerdekaan Indonesia dan menjadi menteri dan duta besar dalam pemerintahan Indonesia pada mulanya.

Paman Maramis yaitu Rotinsulu yang waktu itu adalah Hukum Besar di Maumbi membawa Maramis dan saudara-saudaranya ke Maumbi dan mengasuh dan membesarkan mereka di sana.

Ini adalah satu-satunya pendidikan resmi yang diterima oleh Maramis dan kakak perempuannya karena perempuan pada saat itu diharapkan untuk menikah dan mengasuh keluarga.

Melalui kepemimpinan Maramis di dalam PIKAT, organisasi ini bertumbuh dengan dimulainya cabang-cabang di Minahasa, seperti di Maumbi, Tondano, dan Motoling. Cabang-cabang di Jawa juga terbentuk oleh ibu-ibu di sana seperti di Batavia, Bogor, Bandung, Cimahi, Magelang, dan Surabaya. Maramis terus aktif dalam PIKAT sampai pada kematiannya pada tanggal 22 April 1924.

Pada tahun 1919, sebuah badan perwakilan dibentuk di Minahasa dengan nama Minahasa Raad. Setelah pernikahannya dengan Walanda, ia lebih dikenal sebagai Maria Walanda Maramis.

 

↑ Back to Top