PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Biografi Laksamana Muda John Lie

Biografi Laksamana Muda John Lie

Laksamana Muda TNI (Purnawirawan) Jahja Daniel Dharma atau yang lebih dikenal sebagai John Lie merupakan salah seorang perwira tinggi TNI dari etnis Tionghoa. John Lie lahir dari pasangan suami isteri Lie Kae Tae dan Oei Tjeng Nie Nio . Leluhur John diketahui berasal dari daerah Fuzhou dan Xiamen, China yang pada abad ke 18 berlayar sampai ke tanah Minahasa. Walaupun dilahirkan dari keluarga yang beragama Budha, tetapi John Lie sendiri dikenal sebagai penganut Kristen yang taat. Perkenalannya dengan agama Kristen terjadi saat dia bersekolah di Christelijke Laqere School, Manado.

Pada usial 17 tahun, John Lie meninggakan tanah kelahirannya menuju Batavia dan bekerja sebagai buruh di pelabuhan Tanjung Priok. Selanjutnya, beliau bekerja sebagai mualim di kapal niaga milik perusahaan Belanda, KPM. Beliau kemudian bergabung dengan Kesatuan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), lalu masuk sebagai prajurit Angkatan Laut RI. Jhon Lie mendapat tugas pertama di wilayah pelabuhan Cilacap dengan pangkat Kapten. Di pelabuhan ini, selama beberapa bulan dia menorehkan prestasi dengan berhasil membersihkan semua ranjau yang ditanam Jepang untuk menghadapi pasukan Sekutu. Pangkatnya pun dinaikkan menjadi Mayor.

 Di awal tahun 1947, John Lie bertugas mengawal kapal yang membawa 800 ton karet untuk diserahkan kepada Kepala Perwakilan RI di Singapura, Utoyo Ramelan. Sejak itu, dia secara rutin melakukan operasi menembus blokade Belanda. Karet atau hasil bumi lain yang berhasil dibawa ke Singapura dibarter dengan senjata yang diserahkan kepada pejabat Republik Indonesia di Sumatera sebagai sarana perjuangan melawan Belanda. Perjuangan mereka tidak ringan karena selain menghindari patroli Belanda, juga harus menghadang gelombang samudera yang relatif besar. Untuk keperluan operasi ini, John Lie memiliki kapal kecil cepat yang dia namakan The Outlaw. Berulang kali John selamat dan kejaran kapal-kapal musuh.

Pada awal 1950 ketika berada di Bangkok, John Lie dipanggil pulang ke Surabaya oleh KSAL Subiyakto untuk menjadi komandan KRI Rajawali. Pada masa berikut, dia aktif dalam penumpasan RMS di Maluku. John mengakhiri Pengabdiannya di TNI Angkatan Laut pada Desember 1966 dengan pangkat terakhir Laksamana Muda. John meninggal dunia karena sakit pada 27 Agustus 1988 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

  • Tempat/Tgl. Lahir : Manado, 9 April 1911
  • Tempat/Tgl. Wafat : Jakarta, 27 Agustus 1988
  • SK Presiden : Keppres No. 58/TK/2009, Tgl. 9 November 2009
  • Gelar : Pahlawan Nasional

Berita BBC yang secara rutin menyiarkan keberhasilan “The Outlaw” menerobos blockade Belanda dan ulasan khusus Majalah Life memberikan arti tersendiri bagi perjuangan John Lie dan pejuang-pejuang ALRI lainnya.

John Lie

,

Biografi Pahlawan Abdulrahman Saleh

Abdulrahman Saleh

Abdulrahman Saleh lahir di Jakarta, 1 Juli 1909. Putra Mohammad Saleh ini sejak kecil gemar menuntut ilmu. Awalnya, ia bersekolah di HIS(Hollandsch lnlandsche School), MULO(Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau SMP rakyat berbahasa Belanda, kemudian berlanjut ke AMS (Algemene Middelbare School). Beliau kemudian tercatat sebagai mahasiswa STOVIA. Namun, STOVIA dibubarkan sebelum beliau lulus.

Akhirnya, Abdulrahman Saleh pindah ke sekolah tinggi bidang kesehatan atau kedokteran yang disebut GHS (Geneeskundige Hoge School). Di sana, ia sempat tergabung dalam beberapa organisasi pemuda seperti Jong Java, Kepanduan Bangsa Indonesia, dan Indonesia Muda. Setelah menjadi dokter, minat beliau akan kedirgantaraan mengantarnya bergabung dalam Angkatan Udara. Atas kegigihannya, ia pun diangkat menjadi Komandan Pangkalan Udara Madiun di 1946, sembari menjadi dosen di Perguruan Tinggi Dokter di Klaten, Jawa Tengah.

Bersama Adisucipto, Abdulrahman Saleh yang lebih dikenal sebagai Karbol, ditugaskan ke India saat Agresi Militer I Belanda. Dalam perjalanan pulang pada 29 Juli 1947, tim ini sempat mampir ke Singapura untuk mengambil bantuan obat-obatan dan Palang Merah Malaya menggunakan penerbangan Dakota VT-CLA. Sayangnya, pesawat itu ditembak jatuh oleh pesawat P-40 Kitty-Hawk Belanda, sesaat sebelum tiba di Lapangan Udara Maguwoharjo,Sleman.

Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai Hari Bakti TNI AU sejak 1962. Abdulrahman Saleh dikebumikan di Kuncen Yogyakarta, untuk kemudian dipindahkan ke Kompleks Monumen Perjuangan TNI AU di Bantul,Yogyakarta, pada 14 Juli 2000. Namanya lantas diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU dan bandara di Malang.

  • Tempat/Tgl. Lahir : Jakarta, 1 Juli 1909
  • Tempat/Tgl. Wafat : Sleman, 29 Juli 1947
  • SK Presiden : Keppres No. 071/TK/1974, Tgl. 9 November 1974
  • Gelar : Pahlawan Nasional

Lulus sekolah kedokteran, Abdulrahman Saleh mendalami ilmu faal yang akhirnya dikembangkan di tanah air dan membuatnya ditetapkan sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia. Hobinya dengan radio juga membuatnya terpiIih menjadi pemimpin organisasi radio bernama VORO (Verenignigvoor Oosterse Radio Omroep) hingga ikut berperan mendirikan RRI pada 11 September 1945. Abdulrahman Saleh

, ,
 

↑ Back to Top