PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Biografi Letjen (Anumerta) MT Haryono

Biografi Pahlawan Nasional Letjen MT Haryono

MT Haryono adalah seorang Pahlawan Revolusi yang bernama lengkap Mas Tirtodarmo Haryono ini pernah mengenyam pendidikan kedokteran pada ika Dal Gakko di Jakarta, tetapi tidak sampai tamat. Meskipun demikian, MT Haryono menguasai tiga bahasa asing, yaitu Belanda, Inggris, dan Jerman. Beliau terjun ke dunia militer dengan memasuki TKR dan memeroleh pangkat mayor. Kemampuan bahasa asing beliau ini sangat diperlukan untuk melakukan berbagai perundingan antara RI dengan Inggris atau Belanda, seperti menjadi anggota delegasi dalam Konferensi Meja Bundar. Pada tahun 1950, beliau menjadi Atase Militer RI di Belanda. Ketika kembali ke Indonesia, MT Haryono menjabat sebagal Direktur Intendans, lalu Deputy III Menteri/Panglima Angkatan Darat dengan pangkat mayor jenderal.

  • Tempat/Tgl. Lahir      : Surabaya, 20 Januari 1924
  • Tempat/Tgl. Wafat      : Jakarta, 1 Oktober 1965
  •  SK Presiden                   : Keppres No. 111/TK/1965, Tgl. 5 Oktober 1965
  •  Gelar                                : Pahlawan Nasional

Penolakan atas rencana PKI untuk membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani membuat beliau diculik dan dibunuh secara sadis oleh PKI dalam peristiwa G30S/PKI. Beliau sempat mengadakan perlawanan, tetapi akhirnya tertembak pasukan Cakrabirawa yang menjadi bagian gerombolan G30S/PKI. Jenazah beliau disembunyikan di Lubang Buaya. Setelah ditemukan, jenazah MT Haryono dimakamkan di TMP Kalibata

Pahlawan Nasional Andi Abdullah Bau Massepe

Andi Abdullah Bau MassepeAndi Abdullah Bau Massepe adalah seorang Letnan Jenderal TNI beliau dilahirkan di Sulawesi selatan pada tahun 1918 merupakan salah seorang pejuang heroik dari sulawesi selatan. Beliau adalah seorang panglima TRI Devisi Hasanuddin yang mempunyai pangkat Letnan Jendral. Beliau dianugerahi menjadi seorang pahlawan nasional oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 9 November 2005 yang diumumkan saat meperingati hari pahlawan tangal 10 November 2005. Beliau adalah seorang keturunan dari kerjaan Bone. Semasa hidupnya beliau pernah mengecap pendidikan di Sekolah Rakyat dan HIS pada tahun 1932.Andi Abdullah Bau Massepe wafat ditembak oleh pasukan Mayor Raymond Westerling -Korps Baret Merah Belanda- pada tanggal 2 Februari 1947 setelah ditahan selama 160 hari. Wafat 10 hari sesudah konferensi Pacekke (tanggal 20 Januari 1947). Makam beliau dapat ditemukan di Taman Makam Pahlawan kota Pare-Pare

 

↑ Back to Top