Pahlawan Indonesia

PahlawanIndonesia.com didedikasikan untuk Rakyat Indonesia agar lebih mengenal siapa tokoh dibalik berdirinya Republik Indonesia

Jenderal Gatot Subroto

Jendral Gatot Subroto

Jenderal Gatot Subroto sering disebut sebagai tentara tiga zaman. Sejak kecil, beliau sudah menunjukkan watak seorang pemimpin. Dia memiliki keberanian, ketegasan, tanggung jawab, dan selalu melawan kesewenangan. Saat bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS), Gatot dikeluarkan karena berkelahi dengan anak Belanda. Beliau kemudian masuk ke sekolah Holands Inlandse School (HIS). Setamat HIS, dia memilih bekerja sebagai pegawai. Pilihannya pegawai tersebut ternyata juga tidak memuaskan jiwanya. Beliau kemudian masuk sekojah militer di Magelang pada tahun 1923. Gatot pun menjadi anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda) hingga akhir pendudukan Belanda di Indonesia.

Pada masa penjajahan Jepang, Gatot Subroto bergabung dengan PETA hingga menjadi komandan batalyon. Meski demikian semangat nasionalismenya tak pernah luntur. Saat masih di KNIL dan PETA,Gatot sering membela rakyat kecil dan menyumbangkan gajinya. Meski begitu,Gatot tetap seorang prajurit yang tegas dan disiplin. Setelah kemerdekaan Indonesia,Gatot masuk Tentara Keamanan Rakyat(TKR) yang kini menjadi TNI. Pada masa Perang Kemerdekaan, beliau memegang beberapa jabatan penting. Saat menjabat Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya, pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun pun bergolak, yakni pada bulan September 1948. Pemberontakan yang didalangi oleh Muso itu akhirnya berhasil diatasi dengan gemilang. Pasca pengakuan
kedaulatan, Gatot Subroto mengemban tugas yang lebih tinggi dengan menjadi Panglima Tentara & Teritorium (T & T) IV Diponegoro.

Karena suatu hal, dia sempat mengundurkan diri dari dinas militer pada tahun 1953. Namun, tiga tahun kemudian beliau dipanggil untuk aktif kembali, sekaligus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Dikalangan militer, Gatot Subroto dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembinaan perwira muda. Menurutnya, salah satu cara untuk membina perwira muda adalah dengan menyatukan akademi militer setiap angkatan. Gagasan tersebut terwujud dengan terbentuknya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI)yang kini menjadi Akademi Militer (Akmil). Gatot Subroto meninggai dunia di Jakarta pada usia 55 tahun dan dimakamkan di Desa Sidomulyo, Kabupaten Semarang,Jawa Tengah.

  • Tempat/TgI Lahir  : Banyumas, 10 Oktober 1907
    Tempat/TgI Wafat  : Jakarta, 11 juni 1962
    SK Presiden : Keppres No. 222 Tahun 1962, TgI. 18 Juni 1962
    Gelar : Pahlawan Nasional

Nama Gatot Subroto antara lain diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) yang berlokasi di Jakarta. Banyak nama jalan utama di Indonesia juga menggunakan nama Gatot Subroto.

Kirim Komentarmu

Lainnya..

Powered by Facebook Comments

↑ Kembali ke Atas